Jakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta mencatat layanan transportasi umum di Jakarta kian diminati.
Kondisi tersebut tercermin melalui jumlah penumpang yang meningkat pada triwulan I-2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta, yakni Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang pada triwulan I-2026, atau naik dibandingkan triwulan I-2025 yang berjumlah 103,8 juta orang.
"Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 7,99 persen jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2025," kata Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Balai kota, Jakarta, Jumat.
Peningkatan jumlah penumpang pada periode tersebut, kata dia, salah satunya ditopang perluasan layanan Transjabodetabek melalui penambahan dua rute baru, yaitu Cikarang-Cawang dan Bandara Soekarno-Hatta Blok M serta pengoperasian dua rute baru bus wisata atap terbuka (Open Top Tour), yakni Jakarta Batavia dan Jakarta Sea Side.
Syaefuloh juga menyampaikan jumlah penumpang khusus 15 golongan tercatat sebanyak 4.635.105 orang sampai dengan triwulan I-2026.
Lebih lanjut, terkait perkembangan konstruksi MRT Jakarta Lintas Utara- Selatan Fase 2A, per 25 Maret 2026 telah mencapai 59,19 persen.
Sementara itu, perkembangan konstruksi LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai hingga 25 Maret 2026 sudah mencapai 91,75 persen.